Announcement

Collapse
No announcement yet.

Ada berapa gitaris flemenco di Indonesia??

Collapse
X
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts

  • Ada berapa gitaris flemenco di Indonesia??

    halo semua, kalo kalian ada yang tau pemain gitar flamenco, baik itu tradisional maupun modern flamenco di Indonesia....
    tolong donk kalian sebutin siapa aja orangnya??
    gw pengen tau setidak2nya jumlah kasar pemain gitar flamenco yg ada di Indonesia.....

    oh iya, selain om Yeppy ya...... krn kalo beliau sih udah jelas
    .
    Buat teman2 yang berdomisili di wilayah DI Yogyakarta,
    silakan bergabung di sini : http://musisi.com/showthread.php?t=5608

  • #2
    yang gw kenal, bang Noldy, dia session player buat Erwin Gutawa Orchestra. Main Flamenconya asik banget.

    Comment


    • #3
      kalo kata om Yeppy sih di IKJ ada pemain flamenco satu lagi,
      heran ya, negeri segini luas koq jumlah pemainnya bisa diitung sm satu tangan hehehhe
      .
      Buat teman2 yang berdomisili di wilayah DI Yogyakarta,
      silakan bergabung di sini : http://musisi.com/showthread.php?t=5608

      Comment


      • #4
        ada lagi, orang madiun, dia jago bgt, tanya om yeppi aja, sapa tau dia kenal.....
        (kliatannya kenal kok)

        Comment


        • #5
          Lagu dan permainan flamenco

          tipe lagu flamenco juga bermacam-macam. tapi baku.
          misalnya: soleares, bulerias, tangos, tangos tientos, farruca, tarantas, sevillanas, mallaguenas, dsb. semua berdasarkan pattern yang disebut "compas". compas ini menunjukkan beat ketukan, zapateados / footwork (ketukan di kaki penari ), palmas (tepukan tangan), permainan cajon (pecussion box), castanuelas (castagnet), colpe gitar dan petikan tempo gitar.

          tingkatan permainan toque sendiri di dalam flamenco adalah:
          i. teknik (alzapua, rasguedo, dsb)
          ii. power - yaitu kekuatan petikan, dimana terdapat presisi dalam permainan gitar dan kestabilan dalam membawakan teknik
          iii. aksen -- tekanan-tekanan dalam permainan, karena flamenco sendiri terkenal dengan ciri khas dalam compas / pattern; dimana selalu ada aksen di titik tertentu yang menunjukkan ciri khas lagu. hal ini juga tidak berlaku untuk toque (permainan gitar) saja, tapi juga untuk palmas (tepukan tangan), cante (nyanyi), dan baile (tari flamenco)
          IV. soul / jiwa atau biasa disebut "duende". Tidak semua pemain gitar flamenco yang bisa membawakan intepretasi lagu dan memainkan toque flamenco sampai tahapan ini. orang spanyo bilang "eso es algo que va en la sangre"... duende ini ada dalam darah.
          mungkin siapa saja bisa jadi murid / pelajar flamenco yang baik, tapi untuk menjadi tocaor flamenco sejati dengan duende dalam permainannya--- hehehe... itu sepertinya bukan sekadar soal teknik dan apalagi cuma sekedar menyebut-nyebut dan menempelkan kata "flamenco".


          berdasarkan sejarah panjang bergumul dengan flamenco yang saya lakukan, di Indonesia sejauh yang saya kenal hanya ada dua tocaor (gitaris flamenco) yang benar-benar memiliki ke-empat tahapan tersebut. yaitu Topek Jumadi dan Dimas Gitano.., juga maestro gitar Fernandes (yang tidak full-time- ke flamenco). TOpek dan Dimas; keduanya adalah gitars teman baik saya yang sering bersama mengiringi saya dalam grup Indonesiana Gitano. Eso Io llevo en la sangre... kami punya itu dalam darah kami... flamenco adalah sebuah passion bagi kami. kebetulan kami main traditional flamenco seperti repertoir dari manitas de plata, ramon montoya, paco de lucia, tomatito, dan sebagainya. kalau ada teman-teman yang ingin bertukar informasi atau repertoir soal flamenco, saya dan rekan-rekan akan dengan senang hati menyambut minat teman-teman. saya sendiri dan mas Dimas serta Maya Hasan, berniat membuat komunitas flamenco di Indonesia. semakin banyak yang gabung, semakin kami bahagia... :-)
          karewna saya jarang online, bisa hubungi saya di friendster www.friendster.com/rosari

          Saludad Cordiales..
          rosari soendjoto
          .................................................. .................................................. ..................
          just realized how stupid is trying to fight stupidity

          Comment


          • #6
            halo mbak,
            kalo emang mau bikin komunitas flamenco, pastinya saya siap bantu
            kalo mau coba main ke Jogja, soal tempat sih udah ada, kebetulan Musisi.com Regional Yogya skrg udah punya markas
            .
            Buat teman2 yang berdomisili di wilayah DI Yogyakarta,
            silakan bergabung di sini : http://musisi.com/showthread.php?t=5608

            Comment


            • #7
              pro Diaz

              Bro Diaz aku dah baca wnwncaramu ama Patub Letto. knapa kamu ga tnya detail ttg dua gitar (12 string & nylon) buatanku yg sering dia pake di panggung? tq

              Comment


              • #8
                Originally posted by engkos luthier View Post
                Bro Diaz aku dah baca wnwncaramu ama Patub Letto. knapa kamu ga tnya detail ttg dua gitar (12 string & nylon) buatanku yg sering dia pake di panggung? tq
                halo mas,... soalnya waktu itu pas interview ga semua dibahas....
                dan ga hapal semua gitarnya dia hihihi.....
                coba aja ntar kita bahas di threadnya Patub, kayaknya ok tuh.....
                .
                Buat teman2 yang berdomisili di wilayah DI Yogyakarta,
                silakan bergabung di sini : http://musisi.com/showthread.php?t=5608

                Comment


                • #9
                  halo semua, kalo kalian ada yang tau pemain gitar flamenco, baik itu tradisional maupun modern flamenco di Indonesia....



                  Yang dari jadul voor de oorlog boleh dong ?
                  Setau saya lho ya : Danny Tumiwa.

                  Penggagas Flamenco era 80 an ?
                  Dan katanya memiliki gitar hand made by orang Gypsi.

                  Katanya beliau pernah tinggal cukup lama di negeri asal Flamenco.
                  Dan tinggal bareng orang Gypsi.
                  Sekalian menunggu gitar pesanannya selesai dibuat.

                  Dengan senar "usus kucing".
                  Hiiih !

                  Apa iya sih ada senar dari bahan usus kucing ?
                  * * * * *
                  Don't walk in front of me, I may not follow.
                  Don't walk behind me, I may not lead.
                  Just walk beside me, ... and be my friend.

                  Comment


                  • #10
                    wow, ternyata lumayan banyak juga ya......
                    aku kira cuma ada 1 atau 2 aja yang exist di gitar flamenco.....
                    .
                    Buat teman2 yang berdomisili di wilayah DI Yogyakarta,
                    silakan bergabung di sini : http://musisi.com/showthread.php?t=5608

                    Comment


                    • #11
                      usus kucing

                      Sandybali halo semua, kalo kalian ada yang tau pemain gitar flamenco, baik itu tradisional maupun modern flamenco di Indonesia....



                      Yang dari jadul voor de oorlog boleh dong ?
                      Setau saya lho ya : Danny Tumiwa.

                      Penggagas Flamenco era 80 an ?
                      Dan katanya memiliki gitar hand made by orang Gypsi.

                      Katanya beliau pernah tinggal cukup lama di negeri asal Flamenco.
                      Dan tinggal bareng orang Gypsi.
                      Sekalian menunggu gitar pesanannya selesai dibuat.

                      Dengan senar "usus kucing".
                      Hiiih !

                      Apa iya sih ada senar dari bahan usus kucing ?
                      * * * * *

                      hiii... usus kucing.. jejejejejje... ^^
                      setahu saya, (dan setelah di konfirmasi ke semua luthier yang saya kenal di sevilla) tidak ada senar usus kucing mas. kebetulan minggu lalu baru balik dari spain. heehehe.. sampe penasaran soal ini saya tanya ke semua yang saya kenal dan yang ada malah diketawain...

                      pernah denger juga maennya om Danny. itu masih gypsi dan belum flamenco puro."duende"-nya belum dapet.. susah menjelaskan tentang "duende" itu. eksis mempelajari flamenco bukan berarti eksis sebagai tocaor.
                      kalau ada yang mau belajar dan tahu flamenco lebih jauh serta networking dengan guitaris flamenco, baik yang puro maupun modern, bisa join di groups yang ada di facebook. search nya bisa dari groups yg ada di page saya, karena kadang jarang nongol kalau di search.

                      disitu ada banyak macam obrolan mengenai pattern mulai dari yang simple dan awam seperti soleares, tango tientos, farruca, bullerias, allegrias, sampai yang susah dan langka semacam peteneras.

                      diaz, btw kalau mau add music atau video disini gimana ya?
                      need advice dek... :-)

                      hasta llego
                      r
                      .................................................. .................................................. ..................
                      just realized how stupid is trying to fight stupidity

                      Comment


                      • #12
                        hiii... usus kucing.. jejejejejje... ^^
                        setahu saya, (dan setelah di konfirmasi ke semua luthier yang saya kenal di sevilla) tidak ada senar usus kucing mas. kebetulan minggu lalu baru balik dari spain. heehehe.. sampe penasaran soal ini saya tanya ke semua yang saya kenal dan yang ada malah diketawain...

                        Sorry.
                        Berikut cuplikan referensi yang kebetulan masih saya simpan:

                        "In the past, guitar strings were made of either wire or gut (called "cat gut" but, in fact, almost always the intestines of sheep)."

                        Kebetulan saya pernah diberi kesempatan bukan hanya menyentuh.
                        Tapi juga memainkan_lebih tepatnya mencoba memainkan _guitar legendaris Oom Danny Tumiwa tersebut.

                        Memang "senar"nya beda.
                        Kayak-kayak "berdaging" gitu . . .

                        No idea was it cat gut or the intestines of sheep

                        Dan suaranya .... memang ... mak nyusss .
                        * * * * *


                        pernah denger juga maennya om Danny. itu masih gypsi dan belum flamenco puro."duende"-nya belum dapet..

                        Wah wah wah ...
                        Hasta quando ?
                        Hasta quando ?

                        Sampai kapan dong ?
                        Maybe never ya.



                        search nya bisa dari groups yg ada di page saya, karena kadang jarang nongol kalau di search.

                        Senora,
                        Saya sudah coba beberapa kali.
                        Without any proper result ?

                        Boleh bantu atur kasih link yang lebih specified ?
                        For a too old greenhorn like me, ada tempat toh ?
                        * * * * *


                        disitu ada banyak macam obrolan mengenai pattern mulai dari yang simple dan awam seperti soleares, tango tientos, farruca, bullerias, allegrias, sampai yang susah dan langka semacam peteneras.

                        Senora,
                        dimana dong cari partitur, VCD, DVD, you tube ... dsb.

                        Dan yang terpenting : tutor _ syukur kalo bisa on line _ Flamenco guitarra ?
                        * * * * *

                        diaz, btw kalau mau add music atau video disini gimana ya?
                        need advice dek... :-)

                        Semua rekan menunggu-nunggu nih. . . wow, bakal meledak nih. . . !
                        Memang andalah mutiara yang hilang itu Senora !
                        * * * * *




                        hasta llego
                        r[/QUOTE]
                        Don't walk in front of me, I may not follow.
                        Don't walk behind me, I may not lead.
                        Just walk beside me, ... and be my friend.

                        Comment


                        • #13
                          penjelasan senar usus kucing

                          halo Om.. :-)
                          hehe.. kalau catgut yang dimaksud, berikut adalah penjelasan dari saya.


                          "Sorry.
                          Berikut cuplikan referensi yang kebetulan masih saya simpan:

                          "In the past, guitar strings were made of either wire or gut (called "cat gut" but, in fact, almost always the intestines of sheep)."

                          Kebetulan saya pernah diberi kesempatan bukan hanya menyentuh.
                          Tapi juga memainkan_lebih tepatnya mencoba memainkan _guitar legendaris Oom Danny Tumiwa tersebut.

                          Memang "senar"nya beda.
                          Kayak-kayak "berdaging" gitu . . .

                          No idea was it cat gut or the intestines of sheep.."


                          hehehe... :-P kalau Catgut (or cat gut) yang dimaksud disini, ini bukan senar dari usus kucing. tapi senar alami yang dibuat dari usus domba, kuda, ____, kambing, atau keledai. Dalam kenyataannya ini tidak pernah dibuat dari usus kucing. secara terminologis, penggunaan nama "cat" ini berasal dari "kitgut" atau "kitstring". "kit" ini mengacu pada "kitty" atau kucing kecil, dan dalam perkembangannya menjadi "cat". "kit" ini sendiri artinya adalah fiddle atau biola kecil.

                          pembuatannya, usus dibersihkan, dibebaskan dari lemak, lalu direndam dalam waktu tertentu di air. kemudian membran luarnya dipotong dengan pisau tumpul. terus potongan2 ini direndam dalam cairan alkaline, dilembutkan, dan untuk antiseptic diasapi dengan asap belerang yang dibakar. lalu dikeringkan, dibentuk sesuai ukuran yang dibutuhkan, dan bisa dipakai. dalam perkembangannya, senar untuk alat musik yang terkenal berkualitas adalah bikinan italy atau disebut "roman string". ga cuma untuk gitar (flamenco) aja, tapi juga untuk biola, harpa, dan alat musik lain.


                          dalam gitar flamenco, umumnya yang paling penting dan biasanya pakai senar "istimewa" dari usus domba / kuda / kambing (dan bukan usus kucing) adalah senar ketiga dalam gitar. tidak semuanya.


                          "Yang dari jadul voor de oorlog boleh dong ?
                          Setau saya lho ya : Danny Tumiwa.

                          Penggagas Flamenco era 80 an ?
                          Dan katanya memiliki gitar hand made by orang Gypsi.

                          Katanya beliau pernah tinggal cukup lama di negeri asal Flamenco.
                          Dan tinggal bareng orang Gypsi.
                          Sekalian menunggu gitar pesanannya selesai dibuat.-------> permisi Kalau boleh tanya, luthiernya siapa? orang gypsi nya tinggal di daerah mana? nama belakangnya siapa? kalau masih produksi, mau pesan satu untuk gitaris saya.

                          Dengan senar "usus kucing".
                          Hiiih !

                          Apa iya sih ada senar dari bahan usus kucing ?"

                          dan juga ini

                          "Wah wah wah ...
                          Hasta quando ?
                          Hasta quando ?

                          Sampai kapan dong ?
                          Maybe never ya."

                          dan ini lagi

                          "Semua rekan menunggu-nunggu nih. . . wow, bakal meledak nih. . . !
                          Memang andalah mutiara yang hilang itu Senora !"


                          Rosari : Permisi sebelumnya, tanpa mengurangi rasa hormat, kalau boleh jujur saya kurang setuju kalau Om Danny Tumiwa disebut sebagai penggagas Flamenco era 80an. kalau disebut sebagai orang yang mempopulerkan gitar flamenco saya sangat setuju. bagi saya, penggagas juga haruslah maestro yang ahli dan ekspert memainkan segala sesuatu tentang flamenco dan menjadi kiblat permainan flamenco se indonesia, atau malah dunia. seperti paco de lucia, itu adalah penggagas flamenco modern dengan sextetnya yang berani bermain bareng dengan musisi lintas genre dan bahkan pakai drum dan bass dalam beberapa project musiknya, tetapi tetap karena dia adalah "tocaor flamenco sejati" ; mau main sama musik apa aja, siapa aja, alat musik apa aja, semua permainannya bernafaskan "aura" flamenco dengan duende yang kental. ukuran seorang gitaris bisa dikategorikan sebagai "tocaor" sejati apa bukan itu memang custom sekali. bagi kalangan non-flamenco, seorang gitaris yang bisa main rasqueado dengan luar biasa dahsyat, bisa main entre dos aguas, atau luna del fuego atau tremolo from granainas dengan lancar dan bagus aja sudah bisa dijadikan tolok ukur seorang gitaris sebagai seorang "tocaor" atau "flamenco gitaris". (jadi apalagi yang belum bisa main itu semua... hanya flamenco artifisial atau flamenco palsu...-- tidak layak menyebut-nyebut flamenco dan menempelkan dengan huruf besar dan tebal dibelakang namanya)

                          untuk kalangan flamenco, seorang bisa disebut tocaor tanpa peduli skillnya level apapun kalau bisa mengiringi canteor / penyanyi flamenco dan bailaor / penari flamenco yang main dalam form standart atau setidaknya tidak jauh dari form standar tersebut. gak perlu terlalu dahsyat banget. ang [penting memahami emosi dan jiwa dalam flamenco karena flamenco tidak selalu tentang skill, melainkan kehidupan dan nyawa permainan, emosi, impresi,passion, dan fuerza... yang jelas tocaor sejati mau main gaya dan lagu apapun pasti nyawa flamenco dalam permainannya tidak akan ketinggalan. tidak penting bsa main rasgueado ala machine gun, blinding picado, etc. tapi yang penting tahu palos -misalnya solea itu gimana, dan gimana pas nya dalam permainan gitar. kesuksesan tocaor sejati adalah bermain dengan grup / dalam grup. karena flamenco itu adalah sebuah seni kolektif yang asiknya rame-rame....

                          dari informasi yang saya punya, jaman dulu itu, Om Danny TUmiwa kan menggebrak dunia musik dan per-gitar-an Indonesia karena beliau punya gitar Ramirez (dan itu pertama di Indonesia orang punya gitar Ramirez) serta memainkan some spanish music dengan gitar legendaris itu.
                          Jose Ramirez sendiri tidak hanya membuat gitar flamenco, tetapi lebih banyak gitar klasik. gitar flamenco nya sendiri yang sama seperti Om Danny Tumiwa punya, juga dimiliki oleh salah satu maestro tocaor, Manolo SanLucar salah satu murid terbaik Paco De Lucia.

                          have no idea, gitar ramirez legendaris yang juga dimiliki Manolo SanLucar ini yang dimaksud dengan gitar bersenar "usus kucing" ini atau bukan.

                          yang jelas, gitar flamenco membutuhkan suara sember dan istimewa (makanya senar nomer 3 nya istimewa) karena harus tetap terdengar ditengah rame berisik palmas, castagnuelas, dan suara ketukan sepatu penari yang ada pakunya.

                          yang jelas, mau pakai gitar seistimewa apapun berharga berapapun itu tidak penting. untuk menciptakan "toque" atau permainan gitar untuk flamenco yang dahsyat yang penting dan high valuable adalah keistimewaan tangan dan permainan pemain gitarnya.

                          Topek Jumadi, gitaris saya yang saya bilang itu, kebetulan rekaman toque / permainan gitarnya ketika kami latihan pernah saya perdengarkan ke Antonio Vargaz, maestro flamenco terkemuka dan disegani di dunia serta pendiri organisasi pecinta flamenco asia pasific serta sekolah flamenco terbaik se asia pasific. Antonio bilang bahwa topek memiliki tangan istimewa "he has incredible hand and special hand. he has it in his blood"-- yang dimaksud adalah duende ini. dan Antonio bilang talent ini tidak boleh disia-siakan. harus diasah terus. Mutiara? TOpek lah mutiara yang hilang..
                          dimas / totok Gitano kebetulan juga pernah saya ajak untuk membantu mengiringi maestro flamenco Antonio Vargas dalam workshopnya ketika itu, dan mendapat beberapa bimbingan mengenai duende dalam toque.belajar pertama kali dari Jesus Garcia, pakar flamenco dari Jerez yang kebetulan jalan ke Indonesia dan nongkrong ngopi bareng. Dimas sendiri mengajari topek aneka teknik flamenco setahun sekali ketika pulang lebaran...! karena topek saking pinginnya belajar nggak ada yang ngajarin dan ga ada budget untuk spesial kursus flamenco. sisanya belajar mengembangkan sendiri dari repertoir paco penna dan paco de lucia serta manitas de plata. Mutiara yang hilang? merekalah mutiaranya.

                          yang jelas bukan tidak mungkin orang Indonesia bisa jadi tocaor sejati dan bermain dengan toque. Mutiara yang hilang? jelas bukan saya, tetapi gitaris saya ini karena saya hanya seorang yang belajar menjadi flamenca bailaora dan pecinta flamenco dengan segenap jiwa dan raga. kalau saya bela-belain sempat sempatin nimbrung disini, itu hanya karena gatel banyak hal tentang flamenco yang dieksploitasi dan jadi simpang siur dan jauh dari fakta serta kebenaran dan esensi tentang flamenco, terutama dijadikan komoditas pendongkrak ketenaran dan bahan jualan. padahal esensinya bukan flamenco sama sekali. malu-maluin dan pembodohan dong itu namanya. karya flamenco artifisial tidak layak dibesar-besarkan. goal saya: berbagi informasi yang benar tentang flamenco dan _____ bengeknya...bukan menyinggung siapapun dalam konteks apapun...jadi kalau ada yang merasa tersinggung ya maap... :-P gitu loh om...

                          untuk tutor? dan kami tidak keberatan untuk berbagi knowledge soal ini pada teman-teman. bila ada yang berminat bikin workshop atau seminar flamenco, ayo aja... dan nggak usah pusing biaya mahal, motivasinya bukan materialis kok... buat yang di surabaya atau jakarta, bisa kontak saya langsung by friendster atau facebook (rosari soendjoto). ayo nongkrong bareng. kalau yang di luar kota, silahkan contact dan tukar-tukaran email lewat message di friendster atau facebook juga. untuk awal, sering-sering aja dengerin repertoir flamenco puro supaya bisa merasa dan menangkap dan paham soal duende dan compass. misalnya bisa search di youtube "paco de lucia, paco penna, vicente amigo, manitas de plata, ramon montoya, manolo sanlucar, tomatito, camaron de la isla, paco cepero".

                          kami dapat kesempatan belajar semua ini seringnya secara modal dengkul dan pas-pasan, perjuangan keras. jadi hasilnya harus dibagi ke sesama. sekedar informasi; kami hanya pecinta flamenco yang ga punya modal. tapi kami beriman bahwa flamenco tidak terpenjara lembaran dolar dan euro dan kalau ada jodoh dan memang benar "Eso lo llevo en la sangre".. "dentro de la sangre"... pasti jalan untuk belajar itu ada.. sama seperti orang gypsi pemilik flamenco, kami hanya orang-orang pinggiran yang hanya bisa menyanyikan nyanyian peripheral...

                          btw, saya masih senorita. bukan senora Om... :-P
                          doain jadi senora secepatnya dan ada duit lebih buat undang grup flamenco dari negara asalnya sono... kalo keturutan boleh deh semua temen-temen disini dateng nonton gratisan... doain yaaaa... :-)


                          besos
                          rosari soendjoto
                          .................................................. .................................................. ..................
                          just realized how stupid is trying to fight stupidity

                          Comment


                          • #14
                            klw flamengonyah paul gilbert bisa di masukan kategori gak ?

                            http://www.youtube.com/watch?v=P_wqLAJeCsI

                            Comment


                            • #15
                              salam kenal smua member baru ne,ngomong2 gitaris flamenco ada satu di surabaya.taufik de lucia

                              Comment

                              Working...
                              X